Sematu Jaya, 16 April 2026 — Suasana demokrasi terasa hidup di lingkungan SMK Negeri 1 Sematu Jaya pada Kamis (16/04/2026). Sekolah tersebut sukses menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026/2027 yang berlangsung tertib, meriah, dan penuh antusiasme dari seluruh siswa.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Budisetiyawan, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai demokrasi sejak dini di lingkungan sekolah. Ia menyampaikan bahwa demokrasi di sekolah bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter siswa.
“Demokrasi di sekolah sangat penting untuk membentuk siswa yang kritis, percaya diri, dan bertanggung jawab. Selain itu, juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan seperti toleransi, persamaan hak, serta musyawarah,” ujarnya.

Pemilihan kali ini menghadirkan dua pasangan calon (paslon) terbaik, yaitu:
- Paslon 1: M. Yuli Pratama & Nissa Nurhalifah
- Paslon 2: Regita Putriana & Galang Nur Akbar
Rangkaian kegiatan diawali dengan orasi penyampaian visi dan misi dari masing-masing pasangan calon yang disambut meriah oleh para siswa. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara paslon dengan siswa dan guru, yang menunjukkan tingginya partisipasi serta kepedulian warga sekolah terhadap masa depan organisasi OSIS.
Proses pemungutan suara berlangsung secara langsung dengan sistem yang tertib dan transparan, mencerminkan praktik demokrasi yang sesungguhnya. Para siswa tampak antusias menggunakan hak pilihnya di bilik suara yang telah disediakan.

Setelah melalui proses penghitungan suara, Pasangan Calon Nomor 1, M. Yuli Pratama dan Nissa Nurhalifah, berhasil meraih kemenangan dan resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026/2027.
Rencananya, pasangan terpilih akan dilantik pada Senin, 27 April 2026 oleh Kepala Sekolah. Diharapkan kepemimpinan baru ini mampu membawa OSIS SMKN 1 Sematu Jaya menjadi lebih aktif, inovatif, dan berprestasi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai demokrasi dapat diterapkan secara baik di lingkungan pendidikan.